Nahria's posts with tag: review
 | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Paulo Coelho |
Paulo Coelho..I love youuuu ^__^
The book seems a light reading book, but inside Paulo gave me as the reader a lot to think of. Mostly Paulo taught me to never stop dreaming big, not to be afraid to pursue my dream and always listen to my heart and believe with what Allah decides for me :)

 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Jodi Picoult |
Ever heard "If you love someone so very much, would you kill for that someone?"
Nina Frost would..
so she did: shot the man she thought was molesting her 5 year old son.
When you killed for someone you love so dear, would you still be hold responsible for what you did?
Jodi did it again in Perfect Match, with her brilliant way of writings and her unbelievable ending..I still really enjoy this book although most of the time I find myself really agitated with the story, nervous trickled my body..afraid the ending wasn't the one I wanted. But, it did.
Thanks God! Thanks Jodi..
Love Youuuu :) 
 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Jodi Picoult |
I think what makes The Tenth Circle unique is the comics illustration in the books. It's unique because as we all know Jodi is always brings up serious issues in her writings, so by including these comics things..in a way, she shows us that even a serious novel can be lighten up.
The issue in the book though, for me is very serious one. When reading this book I feel shivers all the time all over my body. I am so pitied the parents and her daughter. I cannot decide whether the faults laid in the parents or Tricie?
Sorry, but I still think The Tenth Circle is better than Mercy. 
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Jodi Picoult |
I have to say..I really engrossed by this book. My heart really goes to the family. Although I'm not yet finished reading it..I feel so mesmerized with the story.
Specially after reading 4 other of her books (The Pact, Nineteen Minutes, Mercy and The Tenth Circle), which dealing with rapes and murders..I think I need a break from those kind of issues. And I feel relieved knowing Jodi Picoult touched a different kind of issues in My Sister's Keeper.
(I practically drop other books in my TBR as I was curious about this book) ^__^ 
 | Category: | Books | | Genre: | Parenting & Families | | Author: | Jodi Picoult |
Hardcover: 464 pages Publisher: Atria; 1st edition. edition (March 5, 2007) Language: English ISBN-10: 0739480715 ISBN-13: 978-0743496728
What can you do in nineteen minutes? well, in nineteen minutes I can write three articles and publish them in the blogs, ready around 20 chapters of a book, buy groceries and other simple things in life.
In Nineteen Minutes Jodi Picoult can kill 10 people in Sterling High School, not by muscular high school student, not by nasty student who like to bully other students, but by the most nerdiest unpopular not so bright student in a high school.
Peter, who underwent bullying from the minute he stepped in kindergarten until his time in high school, woke up in one day and decided enough is enough. He went to his school carrying 2 guns determined end it all once for all.
I must say, the book really caught me in the heart. There were moments in the book that made me yelled "Oh My God!" or "What??" and crying at same time. Later after finished reading the book, I've really understood how bullying can really affect someone's life.
I know this is only a fictional novel but I put it in Parenting & Family genre because every parents must read this book to know their own children better. 
Kali ini postingan Yaya bilingual yaa karena mau ngasih liat sama temen-temen BM . Yang tadinya gak pernah menjejakkan kaki di kantor pos, sejak tuker-tukeran buku malah sekarang hampir 2 minggu sekali ke sini.  Kantor pos ini lokasinya di sebelah Bintaro Plaza, seperti yang bisa dilihat di foto kantor posnya ini sederhanaaaa banget cuman 2 orang pekerjanya tapi Alhamdulillaah selalu nyampe kirimanku ke luar negeri ------------------- I've never stepped foot at the post office, mind you..I didn't have friends overseas so there were no reasons why I should've gone to the PO.  But since I joined BM, almost once every 2 month I go there. As you can see, my PO is very traditional and vintage (hahaha..) with only 2 men working there. But my packages always arrive at the given addresses correctly.  
 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Sophie Kinsella |
Here's my confessions: 1.I love shopping. 2.Most of my contacts in Multiply consist of online store, and the fact I'm enjoying looking at their stores start to scare me. 3.I cannot resist SALE.
So, do I relate myself a lot to Becky Bloomwood? You bet I do. When Becky just kept on having her reasons to buy things, when she can't resist the temptation of good food...oh GOD, I started to laugh aloud. She is sooo meee! Like in Undomestic Goddess, I immediately fall in love with the character. ...more Here's my confessions: 1.I love shopping. 2.Most of my contacts in Multiply consist of online store, and the fact I'm enjoying looking at their stores start to scare me. 3.I cannot resist SALE.
So, do I relate myself a lot to Becky Bloomwood? You bet I do. When Becky just kept on having her reasons to buy things, when she can't resist the temptation of good food...oh GOD, I started to laugh aloud. She is sooo meee! Like in Undomestic Goddess, I immediately fall in love with the characters.
Sophie Kinsella really knows how to describe her characters very well that I feel I'm also in the book.
However, some of the scenes in this book are familiar to me..because I've read Indiana by Clara Ng. She also had the same plot in her books. Maybe Clara is inspiread by Sophie??
Anyway... I love Sophie Kinsella. :) 
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Jhumpa Lahiri |
The story is too long, in Indonesia we call it "bertele-tele."
In fact, I hate Gogol the main character here. I think he's very unappreciative toward his parents by changing his name..just because he hates the sound of it. However, my heart goes to his parents, Ashima and Ashoke. I can't put it into words, they seem so hopelessly innocent in the foreign country.
Sorry to say I feel like wanting to slap Gogol's wife's face for her infedility. Hate her!

 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Paulo Coelho |
Paulo Coelho rasanya gak mau berbasa-basi mencari judul dengan kata-kata yang puitis deh, soalnya baca judulnya aja paling nggak pembaca udah bisa nebak isi bukunya tentang apa.
Veronika decides to die yang kalau dalam bahasa Indonesianya: Veronika memutuskan untuk mati memang bercerita tentang seorang gadis yang mencoba untuk bunuh diri tapi gagal total, malah harus jadi penghuni semacam RSJ bernama Villete. Pertama-tama membaca buku ini jujur saya gak suka banget, karena gaya penulisan Paulo terlalu bertele-tele hanya buat menerangkan keadaan mental Veronika. Tapi ketika sampai di tengah-tengah saat penulis mulai mengenalkan karakter dari masing-masing penghuni Villete, saya mulai dapat menikmati buku ini.
Paulo membuka pemikiran saya yang selama ini mengira penghuni RSJ itu selalu orang gila yang teriak-teriak gak bisa dikontrol. Hmmm ya gitulah stereotype orang gila: teriak-teriak, ngelamun sendiri, ketawa cekikikan sendirian. Disini pembaca dikasih lihat gak semua orgil itu begitu. Bahkan penghuni Villete ini ada yang dulunya pengacara, ada yang dianggap gila hanya karena dia selalu memiliki pemikiran dan cara pandang yang berbeda. Harus saya akui, Veronika decides to die memberi pandangan dan pengetahuan baru bagi saya pribadi.
Oiyaaa, di sini Paulo juga seperti menantangi pembacanya: kalau berani bunuh diri...berarti udah siap donk mati? kalau matinya bukan karena bunuh diri tapi dengan cara lain..siap juga gak? :))
Hihihi, terkesan sederhana dan pemikiran bodoh malah. Tapi itulah yang terjadi sama Veronika yang tadinya pengen banget mati tapi pas divonis akan mati karena penyakit jantung, ia malah ketakutan.
Walaupun pada awalnya ceritanya bertele-tele tapi di tengah sampai akhir cerita cara penulis bercerita cukup singkat, padat dan jelas. Tapi saya sangat terkecoh dengan akhir ceritanya ternyata sangat mengejutkan tapi menggantung. Hmmmm tetap membuat saya jadi berpikir panjang dan harus menebak akhir ceritanya sendiri..

 | Category: | Books | | Genre: | Teens | | Author: | Iwok Abqary |
Penerbit: Examedia Jumalah halaman: 157
Pulau Huntu menjadi salah satu buku dalam list TBR (To Be Read) saya minggu kemarin, makanya waktu hari JUmat saya memilih buku ini untuk menemani saya menunggu di ruang dokter. Membaca lembar demi lembar Pulau Huntu seperti kembali ke masa-masa saya masih kecil dulu, saat saya mulai tergila-gila membaca buku. Sayangnya, sampai sekarang rasanya belum ada buku yang layak menggantikan Lupus, komik Nina dan serial Enyd Blython sebagai bacaan buat anak-anak. Tapi itu sebelum Iwok Abqary menerbitkan bukunya ini. Bisa dibilang nih, anak-anak Indonesia seperti menemukan pelepas dahaga hobi baca mereka. Horeeee! :)
Ceritanya sebenarnya sederhana, gabungan antara cerita misteri dan komedi tapi sarat juga dengan pesan-pesan moralnya. Saat Dennis, Akuy dan Yonk berlibur dan memutuskan untuk berlayar tapi petualangan mereka dimulai saat kapal mereka terkena badai dan mereka terdampar di sebuah pulau. Cerita selanjutnya baca sendiri yaaa ;)
Gak tau yang bacanya yang emang mellow atau bukunya yang juga menyelipkan adegan-adegan yang sedih. Tapi jujur, saya mah ikut menitikkan airmata lhoo pas Yonk tiba-tiba hilang (ups sorry rada spoiler) tapiiiiiiii...rupa-rupanya sang penulis gak puas dengan 1 adegan menegangkan aja, soalnya saya harus berulang kali menahan diri gak ikutan teriak "awaas!" atau "cepetaan!" kalau gak ingat saya lagi di rumah sakit dan gak mau dicap gila sama pengunjung lainnya :D
Satu lagi yang bikin saya cinta berat sama Pulau Huntu adalah endingnya. Rasanya seperti saya ada di dalam buku itu deh, karena Iwok Abqary sangat piawai memainkan adegan-adegan terakhir lewat tulisannya sehingga pembaca ikut terbawa dalam suasana yang beliau gambarkan di situ.
Bicarain buku tidak bisa tidak harus bicarain moral of storynya, karena sebuah buku harus ada pesannya kalau gak mau dicap buku ecek-ecek ;)
Pulau Huntu juga banyak menyimpan pesan-pesan moral lho: persahabatan tentu saja, harus tetap memakai logika biarpun hati bicara lain, dan gak boleh gitu saja percaya sama takhyul.
Buku ini saya beri rating 5 bintang karena saya seperti menikmati masa-masa kecil saya kembali :)

 | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Asma Nadia dkk |
Ada kesejukan yang menyergap relung kalbu saya saat melihat cover depan buku Catatan Hati Di Setiap Sujudku (CHDSS), buku dengan ilustrasi sebuah jendela dengan pemandangan mesjid ini seolah mengajak para pembacanya untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Jujur, sebenarnya selama ini saya kurang begitu suka membaca kumpulan cerita yang mengatasnamakan cerita Islami. Soalnya kebanyakan cerita-cerita itu lebih ke menggurui dibanding mengayomi. Tapi saya mencoba untuk membuka lebar mata hati saya dan menutup sementara sang logika saat mulai membaca CHDSS.
Ada beberapa kisah yang begitu menyentuh hati saya dari CHDSS yang terdiri atas sekitar lebih dari 13 cerita dan ditulis oleh 9 orang penulis ini.
Yang pertama adalah cerita Catatan Hati Di Setiap Sujudku tulisannya Mbak Asma Nadia. Mbak Asma menuliskan kenangannya saat Adam, putra keduanya harus dirawat di RS karena kejang. Betapa perjuangan orangtua yang mencoba tetap ikhlas akan ketentuan Allah tapi di sisi lain juga tetap berusaha berikhtiar dengan berdoa, berdoa dan berdoa. 22 tahun yang lalu saya adalah Adam yang harus dioperasi jantung karena ada kelainan di jantung saya.
Saya mencoba membayangkan betapa kacau balaunya hati sang mama dan papa saya saat itu. Ya Allah, mau bagaimana pun saya mencoba membayangkannya..rasanya sangat sulit, apalagi harus menjalaninya. Alhamdulillah seperti Mbak Asma, kedua orang tua saya juga terus berdoa untuk kesembuhan saya. Terimakasih Ya Rabb, saya masih bisa bernafas sampai saat ini.
Cerita kedua yang begitu menusuk kalbu saya adalah ceritanya Nunik dengan judul Ibu. Sungguh saya sangat bisa merasakan hancurnya hati Nunik saat sang ibu didiagnosa mengidap kanker. Airmata juga tak henti-hentinya bersimbah di pelupuk mata ini saat membaca perjuangan Nunik dan keluarga.
Sama seperti Nunik, saya dulu juga sempat bertanya "dosa apakah saya sebagai anak, sehingga Allah memberikan penyakit yang maha besar ini kepada sang mama?" Melalui malam-malam panjang penuh dengan doa dan airmata saya mencoba ikhlas untuk menghadapi segala kehendak Sang Khalik. Yah, ikhlas adalah sesuatu yang sulit dilakukan manusia. Tetapi Nunik melalui cerita Ibu mengajarkan kepada kita kebesaran ikhlas itu sendiri.
Nah, melalu tulisan Nasanti: Bukan karena Allah tak sayang, saya jadi merasa tersindir dan jadi senyum-senyum sendiri. Soalnya Nasanti cerita tentang doanya yang minta tinggi itu siih sama Allah :)) Hihihii, rasanya waktu kecil saya juga pernah deh minta hal yang simple tapi aneh banget di doa saya. Walaupun cerita ini menggelitik, ada sisi pelajarannya juga lho, yaitu kalau Allah belum mengabulkan doa umatnya..bukan berarti Allah gak sayang.
Walaupun cuman 3 cerita yang saya kulik di sini, bukan berarti cerita lain tidak bermakna apa-apa. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku ini. 
 | Category: | Books | | Genre: | Biographies & Memoirs | | Author: | Malika Oufkir and Michele Fittoussi |
Apa rasanya hidup selama 20 tahun dalam penjara yang gelap bersama keluargamu?
Buku ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Biografi seorang Malika Oufkir, putri dari General Muhammad Oufkir dari Moroko. Malika yang pada masa kecilnya diadopsi oleh Raja Hassan II mengalami masa kanak-kanak yang membahagiakan..apa yang ia mau selalu ia dapatkan. Tetapi semuanya berubah saat ayahnya meninggal, dan saat itu juga kehidupan Malika beserta ibu dan adik-adiknya dipenjara, ironisnya, atas perintah Raja Hassan II.
Buku ini bercerita perjuangan Malika dari masa kecilnya sampai ia beserta ketiga adik-adiknya kabur dari penjara di Bir-Jdid.
Salah satu adegan di buku ini yang membuat Yaya benar-benar tersentuh banget adalah waktu Malika dan adik-adiknya (Raouf, Maria dan Abdellatif) baru kabur dari Bir-Jdid..mereka luntang-lantung bingung mencari perlindungan, sampai mereka sampai di Sweden Embassy.
Karena kelamaan ngantri, Raouf yang menjadi tidak sabaran menulis di secarik kertas dan memberikannya ke bagian receptionist.
Tau apa yang ditulis Raouf?
"General Oufkir's children ask Sweden for political asylum."
(page 220)
Mereka langsung diusir. Hikkss...
Ini buku terbaik yang Yaya baca tahun ini. Buku yang gak melulu berisi tentang mimpi tapi juga pengorbanan, arti sebuah keluarga, cinta yang tulus dan keikhlasan hati.

Menurut Yaya niiih film yang wajib ditonton bersama calon pasangan hidup atau suami. Film yang pertama layak ditonton adalah LoVe, film Indonesia yang tayang di bioskop hari ini. Alasannya film ini gak hanya menceritakan tentang love antara laki-laki dan perempuan aja, tapi lebih dalam dari itu. Dari LoVe kita bisa belajar gimana sih mencintai tanpa pamrih, mencintai tanpa harus melihat fisik. Film kedua Legends of The Fall, film lama banget emang. Lagi-lagi film gak hanya nyeritain cinta sepasang manusia aja, tapi ada pengorbanan sesama saudara..sifat tulus dan pemaaf..dan pelajaran bahwa keluarga itu selalu nomer 1. Film terakhir yang asyik banget ditonton berdua adalah Raising Helen. Iya sih ini bukan film cinta-cintaan..tapi di film ini kita belajar hal yang patut dipikirin juga kayak: kita percayain anak-anak sama siapa sih kalau (Naudzubillahminzalik) kita udah gak ada?
 | Category: | Books | | Genre: | Romance | | Author: | Gabriel Garcia Marquez |
Finally I have read Love In The Time Of Cholera by Gabriel Garcia Marquez. The book itself is written in English and I guess you can tell from the title it's about a love story.
However, I must warn you if you're the kind of unpatient reader..this book might not be suitable for you. Gabriel wrote the book very detail in a descriptive narrative way, as if you were the characters described in the book.
Can you imagine how Florentino Ariza dan Fermina Daza are madly in love with each other? however if you think that their love will be a happily ever after, weelll...you have to read this book by yourself ;)) because I think everyone has their own opinion with what they call "a happily ever after".
I must confess though, the way Garcia wrote the book made me kind of struggling understanding some scenes..because the writer really wrote in a very poetic words.
From this book Garcia teach me a lot about love..patience..sacrifice and of course true love. 
     | LoVe | Feb 6, '08 3:00 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
"Kalau kita berhenti hari ini..kita gak akan tau apa yang akan terjadi besok.."
Rasanya kalimat itu begitu mengena di hati saya saat menonton film LoVe. Dari judulnya saja, pasti sudah bisa menebak kan tema ceritanya?
Cinta..
Tema cinta tidak pernah usang dan bosan dipilih untuk tema cerita di buku, cerpen, puisi maupun film. Begitu juga pada film garapan Kabir Bhatia ini. LoVe yang penuh dengan bintang-bintang seperti Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Fauzi Baadilla, Irwansyah, Laudya Cynthia Bella, Luna Maya, Surya Saputra, pasangan Widyawati dan Sophan Sophiaan dan Wulan Guritno ini juga sarat dengan makna cinta yang bermacam-macam.
Di film ini ada 5 cerita cinta yang berbeda-beda, tapi karena saya adalah fans beratnya pasangan Widyawati dan Sophan Sophiaan..di sini kisah tentang mereka yang paling membuat saya terharu biru. Soalnya setelah film "Sesal" kayaknya mereka belum pernah bermain bersama sebagus di film itu lagi deh.
Biarpun gak bermain sebagai pasangan suami istri, Widyawati yang berperan sebagai Lestari menunjukkan cintanya pada seorang Nugroho (Sophan Sophiaan) yang menderita Alzheimer. Hmmmm, bisa bayangin gak misalnya nanti kita sudah lanjut usia, udah gak punya siapa-siapa lagi trus mengidap penyakit itu? Trus ada orang asing yang mau merawat kita? Hanya cinta yang bisa membuat seseorang melakukan hal seperti itu.
Ngomong-ngomong, percaya pada cinta pada pandangan pertama? Gak percaya karena cinta seperti itu hanya melihat fisik saja?
cerita Restu (Irwansyah) yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Dinda (Laudya Cynthia Bella) merubah total anggapan saya selama ini. Walaupun Dinda adalah perempuan yang tidak lagi sempurna, Restu tetap cinta kepadanya bahkan sampai Dinda pergi selamanya.
Masih banyak cerita cinta lainnya di LoVe.
Masih tidak percaya dengan cinta? nonton LoVe deh...

 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Billie Letts |
Penerbit: Warner Books Jumlah hal: 376 Resensor: Nahria Medina Marzuki
Bisa bayangin gak: kamu lagi hamil besar dan dalam perjalanan menuju suatu tempat sama suami kamu, lalu saat kamu berenti buat pipis di suatu supermarket..tiba-tiba sang suami pergi gitu aja ninggalin kamu di supermarket itu?
Berat banget kaan??
Itulah yang dialami sama Novalee Nation, tokoh utama di buku Where The Heart Is ini. Intinya buku ini menceritakan gimana perjuangan seorang Novalee yang berusia 17 tahun yang harus tinggal di suatu supermarket karena dia gak punya uang sama sekali, bagaimana dia melahirkan anaknya di supermarket itu, sampai dia menjadi seorang fotografer yang sukses.
Kisah ini menyentuh sekali dan mengajarkan kita kalau ternyata masih ada kok orang baik di dunia ini. Terbukti dengan Novalee, gimana dia bisa ketemu sama seorang Sister Husband, Moses Whitecotton,Forney Hull dan Lexie yang semuanya adalah orang asing awalnya, tapi kemudian menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan Novalee.
Billie Letts menceritakan kisahnya Novalee ini dengan alur maju sambil sesekali diselipi dengan ingatan masa lalu yang diceritakan dengan jelas sekali. Billie juga menyelipkan lelucon di sana-sini, yang membawa pembacanya ikut tertawa sekaligus menangis.
Ya, Where The Heart Is sangat menyentuh sekali. Bila anda merasa hidup ini susah, coba baca buku ini.

 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Christian Simamora & Windy Ariestanty |
Penerbit: Gagas Media Jumlah halaman: 290 hal Resensor: Nahria Medina
Buku ini Unik, GILA, jujur, blak-blakan banget! Diliat dari covernya aja nih udah beda banget, ya iyaalaah soalnya yang biasanya endorsernya ada di cover belakang..ini malah di depan, belum lagi cover belakangnya yang ada tulisan "Gue yang ogah kawin, kok elo yanh rese??" itu ngena banget, hehehehe.
Di Shit Happens ada 3 karakter utama yang sahabatan akrab banget, saking akrabnya malah kalau cela-celaan jadi over banget. Nah ini makanya Yaya bilang buku GILA, jujur, blak-blakan banget, karenaaaa....2 penulisnya emang gak pakai basa-basi deh buat menggambarkan semua peristiwa, perbuatan dan obrolan di sini. Bener-bener yang baca bisa membayangkan langsung. Eh, cuman wondering aja niiih...buku ini kok bisa lolos badan sensor yaaa? hihihi, secara Shit Happens rada-rada vulgar gituuu.
Terus-terang, baca buku ini bikin mikir juga. Iya..ya, ternyata selama ini banyak juga yang nganggep nikah itu buat menyenangkan orangtua, memenuhi setengah diennya kita dan anggapan-anggapan umum lainnya. Selain itu nih, di sini kita juga jadi belajar untuk jujur sama perasaan sendiri. Penulisnya dapet banget deeh menuangkan pelajaran "jujur pada perasaan sendiri" waktu Seb akhirnya ngaku ke mamanya tentang orientasi seksualnya.
Kalau disuruh milih antara Langit, Lula dan Seb..Yaya paling suka sama Langit. Menurutku, Langit adalah perempuan apa adanya dan dia benar-benar sahabat yang hampir sempurna plus pas Langit bilang:
Memahami orang lain memang nggak gampang. Tapi, jujur dengan diri sendiri ternyata lebih sulit.
Glek, dalem bangeeet..hiks hiks.
Buat Windy & Christian, gara-gara kalian aku jadi nangis bangeet pas Langit nanya ke Alex: "Gue mau menjual kenangan? Di mana ya?"
Dan pas Alex jawab "Di pesta pernikahan Dean. Aku yang bakal beli, kok."
That's sweet.. 
Banyak banget niih yang mau diceritain, hmm..mulai dari mana yaa?? Dari hari Sabtu tanggal 22 Desember aja yaa... Iya jadi Sabtu kemaren itu Yaya ikutan Beauty Class di Oriflame Bulungan, lumayan banyak lho yang ikut (banyak banget malah). Yaya ketemu mbak Rheina, my downline Fitri (hehe, finally we met ya jeng), Mbak Sharah, dan DBCners yang laennya. Asyik banget lhooo, kita bener-bener diajarin step by step make up yang oleh Dimas (yang emang tukang dandanin artis-artis). Pulang dari sana, Yaya langsung deeh buka katalog Oriflame milih-milih perlengkapan dandan dan perawatan wajah.. Hari Minggunya, 24 Desember mama Alhamdulillaah ulang tahun . Yaya dan kakak-kakak patungan beli African Gateunya Mbak Ina. Uenaaaaaaaakkkkkk... Oiyaaa, udah seminggu ini Yaya jadi addict banget sama Facebook. Ayooo ikutan FB yooooookkkk
| |