Tauuu koook, kalo ada orang yang tau bulan ini lagi-lagi Yaya mengiyakan untuk ngebantuin dia...pasti akan komentar: Kok mau aja sih Ya. Kayak dia baek aja sama kamu.
Believe it or not, I have asked the same thing over and over again to myself. Yet, I've never so far said no to him.
Pas tanggal 2 kemaren, Yaya lagi mbatin sendiri aja: dia pasti sms nih minta bantuan lagi.
Guess what???
Dia sms dan minta bantuan lagi.
Kesannya Yaya yang pamrih banget yaaa?? Baru dimintain tolong segitu doang udah ngitungin??
Bukaaaaannn...cuman the fact that I know him (his behaviour, his character) so well aja scares me. Dari jaman pas aku masih suka sama dia (2 tahun yang lalu) sampe akhirnya aku mutusin "sudahlah, kita emang gak meant to be" dan stop having certain feeling to him..gak tau kenapa malah Yaya jadi tau banget dia.
Okay, kita jaraaaaaaaaaaannnggg bangeeettt ketemu. Tapi the things you do for the one you love aja bikin aku jadi wondering aja.
Hmmm, do I love him?
Love? no.
Care? I don't know.